Rabu, 29 Maret 2017

11. CARA MENJADI PEMIMPIN YANG TAAT

Kawan,
Menjadi seorang pemimpin itu susah – susah gampang, jadi karena susahnya dua dan gampangnya satu, maka kesimpulannya jadi pemimpin ya memang susah. Ini karena ucapan juga tindakan menjadi sangat penting untuk diperhatikan dan dikendalikan. Apalagi di zaman yang serba cepat dan musim pemilu seperti sekarang ini. Anda salah ucap, maka hujatan siap menyergap.
Jujur saja kawan. Kalau kata orang batak bilang sih “ngeri – ngeri sedap” saya melihat polemik yang terjadi belakangan ini. Seorang pemimpin dan calon gubernur mengatakan hal yang menjadi viral seminggu terakhir ini. Sebuah statement yang buat geger baik dunia nyata maupun maya. Entah sebuah kesengajaan atau tidak. Tetapi yang jelas suasana mendadak gaduh setelah kita melihat teduhnya suasana tiga paslon(pasangan calon) selfie bareng dengan senyum mengembang.

Kawan,
Terlepas siapa, bagaimana dan untuk apa kontoversi ini dilontarkan, apakah kita harus membalasnya dengan hujatan? Benar, tidak ada yang lebih kuat selain persaudaraan seiman. Saya juga sangat setuju dan merasa marah jika ada yang menghina diri kita apalagi menghina keyakinan kita. Karena bangsa ini juga berdiri diatas Pancasila yang membebaskan setiap warga negaranya untuk memeluk keyakinan dan menjalankannya termasuk membelanya.
Namun kawan,
Bukankah api tidak bisa dipadamkan dengan api? Saya tidak ingin mengatakan mereka yang menghujat salah, karena bisa jadi saya yang salah. Namun untuk urusan agama dan keyakinan sudah sepatutnya kita berkaca pada sang pembawa risalah? Seseorang yang perkataannya tidak pernah mendustai perbuatannya. Seseorang yang bahkan malaikat menaruh hormat padanya. Seseorang yang langkah kakinya selalu berjalan dalam kebenaran. Ya, beliaulah nabi Muhammad SAW, manusia terpuji yang seharusnya kita jadikan teladan dalam bertutur dan bertindak. Bukan satu atau dua kawan, tetapi terlalu banyak contoh yang diberikan Rasulullah kepada kita tentang cara menyikapi hinaan dan cacian. Saya hanya ingin mengingatkan bukan bermaksud untuk membenarkan apalagi menyalahkan. Karena salah juga lupa adalah tabiat manusia. Termasuk saya.

Kawan,
Tidak ingatkah kalian saat masyarakat Thaif mencaci, memaki bahkan melempari manusia mulia (Muhammad SAW) dengan batu hingga beliau terluka parah. Sampai - sampai Jibril AS, penghulu para malaikat, teman setia dalam berdakwah murka hingga ingin membinasakan masyarakat Thaif dengan membalikan gunung. Namun Rasulullah SAW justru berkata, “jangan! Mereka hanya belum tahu, semoga dari keturunan mereka kelak akan lahir pembela – pembela agama Allah SWT”. Ingatkah kalian kawan? Rasulullah SAW membalas hinaan dengan do’a. Do’a  kawan! Bukan tuduhan apalagi hujatan.
Kawan,
Lalu lupakah kalian? Satu kisah yang begitu mengharukan, kisah antara Muhammad SAW dengan seorang pengemis yahudi buta. Dimana dalam kebutaannya, pengemis yahudi itu terus mencaci, memaki bahkan menuduh Rasulullah SAW gila. Namun apa yang dilakukan manusia paling mulia ini kawa? Manusia yang bahkan dalam setiap langkah kakinya dirindukan oleh buminya Allah SWT. Beliau membalas cacian, makian juga tuduhan keji kepada beliau dengan kasih cinta. Setiap harinya beliau selalu menghampiri sang pengemis yahudi tersebut untuk menyuapi sang pengemis, di tengah caci maki pengemis yahudi beliau tetap teguh pada kasih cintanya untuk meyuapi pengemis yahudi itu. Hingga Rasulullah SAW wafat sang pengemis yahudi tidak pernah tahu siapa sesungguhnya orang yang rela dengan penuh cinta setiap harinya menyuapi dirinya. Tiba satu hari saat khalifah Abu Bakar bermaksud untuk menggantikan Rasulullah SAW untuk menyuapi pengemis yahudi itu, namun pengemis yahudi itu tahu bahwa hari itu yang datang bukanlah orang yang biasa menyuapinya. Maka Abu Bakar RA pun berterus terang bahwa dia bukanlah orang yang biasa menyuapinya, bahwa yang setiap hari menyuapinya dengan penuh cinta  adalah Muhammad SAW. Seseorang yang selama ini dia hina, dia caci maki bahkan dia tuduh gila. Mendengar pengakuan khalifah Abu Bakar RA sang pengemis yahudi buta itu bersahadat di depan tangisan Abu Bakar. Abu Bakar RA menjadi saksi turunnya hidayah Allah SWT kepada sang pengemis yahudi buta atas kasih sayang Rasulullah SAW kepada semua makhluk Allah SWT. Kawan, dengan kasih sayang beliau membalas sebuah cacian, hinaan juga tuduhan keji bukan dengan hujatan.
Kawan, masih banyak lagi sikap manusia paling terpuji dibumi ini yang layak dan sudah sepatutnya kita jadikan contoh dalam bersikap.

Kawan,
Bukan untuk bermaksud mengajari ikan berenang ataupun mengajari burung untuk terbang. Namun sebagai muslim yang taat dan keyakinan teguh pada Agama Allah SWT sudah seyognyalah kita berkaca pada Nabi Muhammad SAW. Marilah kita berjabat hati agar polemik ini tidak menjurus pada perpecahan yang nyata. Tunjukan kita (muslim) adalah umat yang mulia.

12. HUJATAN KAWAN

CARA NABI MUHAMMAD MENGHADAPI HINAAN DAN HUJATAN..


Jika hinaan dibalas dengan hujatan, lalu apa bedanya antara orang yang dihina dan orang yang menghujat. Reaksi yang berlebihan terhadap penghinaan akan membuat stigma yang lebih buruk terhadap umat Islam. Jika stigma kekerasan itu mencuat, yang bertepuk tangan adalah para provokator yang tidak senang dengan perdamaian.
Tidak sedikit orang yang menginginkan terciptanya permusuhan antara umat beragama. Daripada membalas hujatan dengan kecaman atau bahkan dengan pembunuhan akan lebih baik jika kita mengajak berdialog orang yang melakukan penghinaan. Dalam dialog kita bisa memperkenalkan pribadi Muhammad yang sesungguhnya.

Dengan begitu, bukan mustahil orang yang tadinya menghina akan berbalik menjadi sahabat yang setia seperti yang tertera dalam Alquran surat Fushshilat (41): 34.
Kita tentu tidak bisa membiarkan begitu saja orang-orang yang hendak memadamkan cahaya Allah. Jika dibiarkan begitu saja, perbuatan mereka makin menjadi-jadi. Kita mesti berbicara dan bertindak. Namun sebelum tindakan tegas dilakukan kita mesti mengedepankan tindakan persuasif.

Jika tindakan persuasif tidak juga mampu meredam kelakuan mereka, barulah kita bertindak tegas kepada mereka. Ada dua kasus di mana sahabat Nabi membunuh orang Yahudi yang terus menerus melontarkan penghinaan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Tindakan tegas tersebut dilakukan karena para sahabat Nabi berpikir jika penghinaan tersebut terus-menerus dibiarkan begitu saja, bukan mustahil mereka akan mencari jalan untuk membunuh Nabi Muhammad seperti yang telah dilakukan nenek moyang mereka terhadap para Nabi dan Rasul Allah.
Nabi Muhammad sebagai sosok yang berkpribadian mulia menginginkan umatnya memiliki akhlak yang mulia pula. Banyak sekali hujatan dan penganiayaan yang beliau terima, tapi Nabi Muhammad mampu mengatasinya tanpa harus kehilangan kemuliaannya.

➨ CONTOH NABI 1
 Malaikat Jibril segera turun dan menawarkan bantuan kepada Nabi Muhammad. "Wahai kekasih Allah, apa yang kau ingin aku lakukan terhadap mereka. Jika kau mau aku akan membalikkan tanah yang menopang mereka sehingga mereka hilang tertelan bumi."
Bukan hanya kita yang sedih mendengar kisah ini, Jibril pun harus turun tangan melihat Nabi Muhammad dihina dan dianiaya begitu rupa. Namun, apa kata Nabi Muhammad.
"Jangan wahai Jibril. Mereka melakukan itu karena mereka belum tahu. Mungkin hari ini mereka menolak ajaranku, tapi aku berharap anak cucu mereka di kemudian hari akan menjadi pengemban risalahku." Dan doa beliau pun terkabul. Banyak di antara penduduk Thoif di kemudian hari yang menjadi ulama penerus risalah Nabi Muhammad. Begitu mulianya akhlak Rasulullah terhadap orang-orang yang menghina dan menganiayanya. Dan beliau pun ingin umatnya mewarisi akhlak mulia tersebut.


➨CONTOH NABI 2
Suatu hari orang tersebut jatuh sakit. Ketika Nabi Muhammad melewati rumah itu, ia heran dan bertanya-tanya ke mana orang yang biasanya melemparinya. Setelah diketahuinya orang tersebut sedang sakit, Nabi Muhammad pun mengunjunginya.
Orang tadi seakan tidak percaya jika Muhammad yang selama ini ia caci maki dan ia lempari dengan batu dan kotoran masih mau menengoknya di kala sakit, saat orang lain tidak memedulikannya. Ia pun menangis di hadapan Nabi Muhammad dan saat itu pula ia mengakui kemuliaan Nabi Muhammad dan mengucapkan syahadat.
Nabi Muhammad dengan baik sekali mencontohkan apa yang tertera dalam Alquran, Surat Fushshilat Ayat (34): Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.


➨CONTOH NABI 3
h bapaknya dengan tangannya. Putranya itu mengemukakan alasan bahwa jika orang lain yang membunuh bapaknya, ia tidak rela, malah mungkin akan membalas dendam terhadap pelaku tersebut. Sepanjang sejarahnya, bangsa Arab terbiasa melakukan balas dendam atas ejekan yang dilontarkan pada mereka atau keluarganya tanpa melihat besar kecilnya cemoohan itu.
Tradisi itulah yang dimaksudkan putra Abdullah bin Ubay tersebut. Namun, Rasulullah saw., tidak mengabulkan permintaannya dan juga tidak memperkenankan yang lain menghukum si munafik Abdullah bin Ubay tersebut dengan cara apa pun. Sekembalinya Abdullah bin Ubay ke Madinah, ia tetap dibiarkan hidup sampai akhir hayatnya. Ketika ia kemudian meninggal secara wajar, betapa terkejutnya orang-orang ketika Rasulullah saw., memberikan baju beliau sendiri kepada putra Abdullah untuk mengafani jenazah ayahnya yang dahulu pernah memfitnahnya. Apa yang dilakukan Rasulullah merupakan suatu pelajaran bagi kita bagaimana menghadapi orang yang menghujat kita dan beliau. Alquran pun memberikan pelajaran, Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (Qs.Al Mukminuun (23): 96).

Rabu, 15 Maret 2017

13. CARA MENGHADAPI CACIAN

Cara Menghadapi Cacian, Hinaan dan Olok-Olok Orang Lain

Bagaimana menghadapi kritik, caci-maki dan penghinaan orang? Jawabannya adalah "Woles". Jika niat kita baik maka tetapkan niat tersebut dan komitmenkan didalam melakukan perbuatan yang diniatkan dengan baik. Namun sebagian besar manusia menghadapi kritik, caci-maki, dan penghinaan dengan emosi. Hal inilah yang menyebabkan melambatnya kedewasaan..


Terimalah kritikan itu dengan legowo jikalau memang kritikan tersebut sifatnya membangun. Kadangkala kritik membangun disampaikan dengan bahasa yang keras, terima saja walaupun sedikit menyakitkan. Siapa tahu ada kebaikan dan keajaiban yang bisa kita ambil saat ini, atau suatu saat kelak. Kecuali disampaikan dengan tidak baik, cenderung mengolok-olok dan berbau fitnah, maka jangan diterima. Hanya ikhlaskan saja tanpa perlu memperolok balik.



Contoh nyata bentuk kritkan, cacian dan penghinaan (dalam SMS gelap)


"Tidak tahu keadaan lagi kekurangan, dasar babx ngentoxx (binatang jorok)"

"Jaman Nabi tidak ada yang edan, jaman sekarang ada, yaitu kamu, dasar edan"



Itulah dua kritikan, cacian dan penghinaan yang terjadi secara real kepada saya. Tidak apa-apa, woles...


Saya yakin anda juga pernah mengalaminya dalam bentuk yang lain.


Masih banyak bentuk hinaan lainnya, berhubung saya adalah seorang leader kecil-kecilan baik di perusahaan maupun di komunitas sosial. Saya banyak menemukan hal ini...


Saran saya bagi anda yang menerima hinaan sbb
  • Tetap kalem, jangan mudah terprofokasi. Tetap lakukan apa yang menurut anda baik dan benar.
  • Tidak mungkin bisa menyenangkan semua pihak, sementara keputusan harus tetap diputuskan, maka putuskanlah dengan bijak.
  • Ikhlaskan mereka yang menghinamu, bisa jadi mereka terbawa suasana.
  • Tetap cool. Setelah tenang jika memungkinkan jelaskan kepada mereka, mengapa anda memutuskan sebuah keputusan yang menimbulkan pro dan kontra.


Saran saya bagi para pengkritik yang suka memberikan caci maki dan hinaan sbb
  • Mengapa anda suka mengolok-olok orang lain? Apakah anda merasa lebih pandai dan pintar? Jangan begitu, sampaikan pendapat anda dengan baik.
  • Tetap mengolok-olok orang lain adalah salah. Bisa jadi mereka yang diolok-olok lebih mulia dari anda.
  • Kalaupun mereka nampak belum pandai, bisa jadi mereka yang anda olok-olok sedang belajar mendewasa, dan pada titik tertentu lebih pandai dari anda.
  • Mungkin orang yang anda hina dan olok-olok memang nampak bodoh, tetapi menyampaikan sesuatu dengan kata-kata kasar dan jorok jauh lebih bodoh.
  • Pikirkan dulu sebelum menyampaikan sesuatu hal, bisa jadi malah akan berbalik kepada anda.


Terakhir simak firman Allah sebagai berikut,


Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain, (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada wanita (yang mengolok-olok). Janganlah kamu mencela dirimu sendiri (baca: sesama saudara seiman) dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk (berbau kefasikan) sesudah seseorang beriman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS Al Hujurat ayat 11) 


Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang. (QS Al Hujurat ayat 12)



Iklan
Magis7. Rahasia menguasai dan menciptakan rasa ikhlas (woles) dalam dada. Kalau mau belajar dengan saya klik disini. Kalau belum berkenan tidak apa-apa. Tetap woles.. :)

14. BERBAGAI CARA MENGHADAPI EJEKAN

Tanpa Emosi Ternyata Bisa Menghadapi Ejekan & Hinaan


Dalam kehidupan pasti sudah tidak asing kan dengan namanya ejekan? Ejekan biasanya dilakukan seseorang kepada orang lain atau suatu hal ketika ada seseorang atau hal lain yang dianggap aneh dan menurutnya lucu, tidak sesuai dan asing bagi dirinya.

Seseorang sering diejek, dihina bahkan “dijatuhkan” oleh orang lain karena orang lain menganggap kita memiliki suatu yang melekat di dirinya yang dianggap oleh orang lain tidak sesuai, misalnya dari segi bentuk fisik, perilaku, style, dan masih banyak hal lainnya.

Terkadang orang yang mengejek sering diluar batas kewajaran dan cenderung menyakitkan dan menjatuhkan orang lain secara kasar. Tapi tidak ada hal yang tidak bisa diatasi, temasuk menerima ejekan dari orang lain. Ejekan juga tidak harus disikapi dengan emosional tinggi (marah, dll) tapi kita harus membuat ejekan itu menjadi suatu seni, sepeti di bawah ini :
  • Jangan terpancing emosi ketika diejek oleh orang lain
Ketika kita diejek oleh orang lain, maka kita jangan terpancing emosi. Karena orang lain akan meneruskan ejekannya dikemudian hari, hal itu dianggap berhasil membuat kamu seolah-olah “ejekan itu sesuai” dengan pribadi kamu.

Contoh kasus :
Ketika ditempat umum kamu dijatuhkan oleh orang lain:
Eh kamu itu udah bau, jarang mandi, nggak pernah pakai minyak wangi, adudududu
Kamu jangan marah, respon aja gini :
Hahaha, gapapa dong, gue nggak mubadzirin semuanya, daripada kamu, sering mandi masih bau, sering pakai minyak masih bau, (posisi ini kamu sekarang malah diatas, dan orang yang ngehina kamu malah merasa terjatuhkan) hehehe

  • Jangan merasa minder dan merasa terpuruk
Ketika diejek kita jangan minder dan terpuruk, sekali lagi buat hal itu jadi seni dan dijalanin Have Fun aja

Contoh kasus :
Ketika kita diejek di depan teman-teman atau ketika maju ke forum didepan kelas, karena kekurangan kita atau kesalahan yang kita lakukan, janganlah grogi, minder yang membuat kamu jadi dalam keadaan terpuruk, tapi cukup kamu respon dengan senyum atau bilang saja itu sebagai intermezzo. Kalau kita merasa malu, pasti akan diejek terus menerus.

  • Ketika kita diejek, ambil celah, lalu respon balik, buat dia malu dengan kata ejekan yang dia lontarkan.
Contoh kasus :
Misalnya kita membeli barang :
Kamu : Mbak, ada Hp *** second?
Mbak : Ada mas (sambil menunjukkan hp nya)
Kamu : Kok hp nya udah banyak banget lecetnya mbak? Yang lain ada?
Mbak : (senyum sinis) nggak ada mas, kalau mau kualitas bagus ya beli baru aja (mencoba menjatuhkan kita).
Kamu : (jawab dengan gunakan kata2 mbak tadi) kalau saya mau beli baru, gengsi dong mbak beli disini
Mbak : $$$$$$$$$ 

Misalnya ketika dikampus atau dikelas, dihina fisik atau style kita
Temen : eh, gue pengen muntah
kamu : knp?
Temen : gara gara liat model rambut dan style loe hari ini
kamu : (kamu jangan malu dan merasa terjatuhkan, respon balik aja)kenapa? Gue manis banget yak kok loe mau muntah?
Temen : $(*)*$^^$&($(#&

Contoh kasus 2 :
Temen : muka lo hari ini kok jelek banget sih
Kamu: (Sambil ketawa), ia apa?
Temen : beneran suer!
kamu : gpp lah, Cuma hari ini gue jelek, daripada loe dari kemaren kemaren jelek terus
Temen : $^(%#((& 

  • Jangan merasa kita kalah, ketika kita diejek. Kalau kita merasa kalah, orang lain justru semakin melunjak dan semakin mengejek kita!
Contoh kasus :
Kasir Toko : eh mas, nggak ada kembaliannya 500 nih gmana?
Kamu : permen nggak ada mbak?
Kasir : abis mas, gimana nggak usah aja ya (suasana toko ramai) masa uang cuma 500 didebat sih mas(tertawa sinis)?(mencoba menjatuhkankamu)
Kamu : Owh ia juga mbak, masa uang 500 didebat? Kalau gitu kasih saya uang1000 aja mbak, dikasih lebih gapapa toh, masa uang segitu didebat?
Kasir : *&%&$^%%%#&&&

15. CONTOH HUJATAN


Contoh hujatan
BERIKUT CONTOH HUJATAN

Di sudut pasar di Kota Madinah ada seorang buta yang setiap harinya selalu meneriakkan Muhammad orang gila. Setiap hari ada orang yang menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Suatu hari orang buta tersebut merasakan jika orang yang menyuapinya kali ini bukanlah oran yang biasa menyuapinya. 
Berkatalah orang buta dan tua itu, "Kau bukanlah orang yang biasanya menyuapiku, ke manakah gerangan orang yang biasa menyuapiku."

Orang yang ada di hadapannya bertanya, "Bagaimana kau tahu aku bukanlah orang yang biasa menyuapimu sedangkan engkau adalah orang yang tidak bisa melihat?"
Orang tua itu pun menerangkan, "Orang yang setiap harinya menyuapiku akan mengunyah makanan itu lebih dahulu sebelum memasukkan ke mulutku karena ia tahu gigiku sudah tidak kuat lagi mengunyah makanan."
Orang yang ada di hadapannya yang ternyata adalah Abu Bakar menahan tangis dan bertanya kembali, "Tahukah engkau siapa yang biasa menyuapimu setiap hari?"

..Orang tua dan buta itu pun menggelengkan kepala. Abu Bakar barkata, "Orang yang menyuapimu setiap hari adalah Muhammad yang biasa engkau caci maki dan sekarang ia telah tiada."
Betapa terkejutnya orang tua itu mengetahui akan hal itu. Ia pun tersungkur menangis dan seketika itu juga mengucapkan kalimat syahadat sebagai sebuah pengakuan atas ke-Esa-an Tuhan dan kemulian Muhammad.



1. CARA MENDIDIK ANAK ALA RASUL

1.  cara mendidik anak ala rasul saw Oleh : lauraimanda      Banyak orangtua yang tidak begitu memperhatikan pendidikan agama pa...